Selasa, 04 Februari 2014

Jerawat

Hi... agan-agan...

Halooo... sahabat-sahabat Geoggle +....


Pada tulisan ini saya mau berbagi sedikit ilmu yang baru didapat juga dari wangsit di gunung....
Ilmu mengenai jerawat, ya benjolan kecil yang satu itu muncul kalau tidak salah menurut pendapat orang gunung neh karena kelebihan minyak pada kulit dan permukaan kulit yang tidak dibersihkan setelah bersentuhan dengan debu atau pemakaian alat make up atau beberapa hal lain yang dapat menyebabkan berlebihnya minyak pada permukaan kulit....

nah orang gunung disini mau berbgai sedikit ilmu neh yang didapat dari hutan rimba :
Ada 2 jenis tumbuhan yang bisa digunakan dalam mengobati jerawat, yaitu jeruk nipis dan temulawak (eits tapi kedua-duanya gak dipake sekaligus ya, kalo satunya digunakan yang satunya lagi gak usah digunakan):

1. Kalo mau pake jeruk nipis gini caranya :
     - Potong jeruk nipis masak (itu yang kulit luarnya udah kuning warnanya, bukannya jeruk nipis 
        yang  dimasak ya  ;-)  ... )  tipis-tipis. Gosokkan potongan tersebut pada bagian muka yang 
        berjerawat dan berminyak,  kadang  terasa   perih   sihhh   tapi ditahanin ya. Nah kalo udah 
        digosokkin  jeruk  nipis  tuh  kulit   jangan   langsung   dicuci   tapi   didiamkan  dulu  sekitar 
        30  menitan  lah,  nah  baru  habis  itu  dibilas  pake  air  bersih.  lakukan  2  kali sehari ya...
        mudah-mudahan bisa membantu.....
2. Kalo pake temulawak gini caranya :
    - Cuci  umbi  dari  temulawak  ato  biasa juga ada yang bilang rimpangnya sebesar 1 jari, lalu 
        potong-potong  seperlunya/secukupnya. Selanjutnya, rebus dalam 4 gelas minum air bersih 
        sampe tersisa setengahnya. Diamkan ampe dinging, saring dan tambahkan madu ke dalam 
        air saringannya ya jangan kebanyakan ya 1 ato 2 sendok makanlah (secukupnya) baru deh 
        diminum. Nah minum air temulawak ini 2 kali sehari...

Meskipun udah minum obat di atas tetap jaga kesehatan kulitnya apalagi kalo baru habis beraktifitas di luar ruangan.

Selamat mencoba ya semoga bermanfaat.....


Salam dari orang gunung,,, auwooo,,,....,,,...


Selasa, 28 Januari 2014

Sebuah Nyanyian Duka


Ma ulelean ki' kade'

Lako mintu sang siuluranku inde' blog sia inde' e Geoggle + den pa te' sang buku duang buku kada laku popendadi ullean sidi'........

Susi te'e tu uleleanna (check it out, di bati bahasana to Balanda sidi' sa' buda sia inde' tondokta) :

Den misa' indo'-indo' male unto'longngi indo'na (battuanna male kade' lako mama'na/nene'na anakna). Ia tonna rampo mo lako ma' ulelean mi sola indo'na  sisola duka pa'nakanna misa' tu torro sola te mama'na te tanta.

Nakua mi te tanta lako pa'nakanna saba' den bo'bo' messu' la male na bengan manuk : "na buda bang ikona' tu bo'bo' iti' lamu bengan manuk, tae' raka ikonna mu kumannde len sola nenekmu na?"

Mebali mi duka' te pia : "tidak ji tanta,  kumande rakan ianna sola nenek tapi messuk mo te bo'bo' tae' mmo na melo dikannde." (ma' ji...ji... kade' saba' orang sulsel i ).

Nakua omi te' tantan mekutanna : "oh na apa lamu kande to' o sola nenekmu?"

Mebali omi te pia : "ada ji nasi' tadi' ku masak."

Na alami sumangnga te tanta saba' ricecooker (dibasa reskuker)  na pake te tau ma'nasu na bisa o ianna na bisa o mokko'/messuk te' bo'bo....

Meku tana omi para' lako te pa'nakkanna : "oh na bisa oh ianna messuk tu bo'bo' kusanga reskuker mi pake ma' nasu. boko' ke rusak mi tu reskuker?"

Mebali omi te pia nakua : "ah tidak, tidak rusak ji ianna itu reskuker. Biasa na patei nenek ke malena' massikola, na biasa ma'bau mo ke sangngallo mo lan."

Mekutana omi te tanta lako mama'na : "Oh indo ma' paraka ianna to'o na mimale pateanni tu reskuker kianu, da' mi rumbu-rumbu i lako to cokan nakontak komi dako'."

Mebali mi te' indo'na : "kuangga'i pateanni saba' male ianna na tampe kianu tinde'(iatu pa'nakanna te tanta) ke ma'nasui." 

Mangngami te tanta saba na laloianna dikampai tu reskuker.

Mekutana omi para'a to'o : "na matumbaori ianna kemalei na tampe na male sia ianna massikola, na tae' duka ianna na matumba tu reskuker ke di tampei."

Mebali mi te tomatua : "na melo oraka ianna to'o ke ma'nasuki' na male ditampe, iamo to'o ku cabu'i kianu saba' tae' io ren ku tiro."

Nakua mi te tanta : " na tae' ianna na matumba to matua."

mebali mi te to matua susi te'e : "na mataku'na' aka mabong tu bo'bo iamo to'o ku cabu'i kiannu."

narrak mi tinde tanta to sola pa'nakanna, nakuami ia raka ianna pole' to'o saba' na mi cabu'i tu reskuker......

Salama' dio mai pia do buntu,,,,,,aihihi...aihihi,,,...

(kumalasi komi ke)



Senin, 27 Januari 2014

Indahnya Hidup Jadi Babi

Mohon maaf neh sebelumnya kalo tulisan ini ada yang merasa gak etis mampang di Geoggle+.....

Yeh jadi babi indah? 
Udah sedikit gila nih orang, jadi babi indah! hmmm...

Babi itu terkenal jadi binatang malas....

Tapi kalau kita jalan-jalan ke Toraja jangan hanya menengok budayanya doang coba sekali-kali jalan ke kandang babinya dan korek-korek sedikit gimana mereka memelihara babinya pastinya kita tercengang....

Cerita dikit nih gimana babi dirawat di Toraja.

Babi-babi ini dipelihara dalam kandang yang beragam mulai dari kandang yang menggunakan bambu dengan atap rumbia atau seng; lantainya mulai dari tanah, batu-batu yang ukurannya agak lumayan dibuat kayak panggung dengan lantainya bambu, papan ada juga yang lantai n dindingnya dibuat permanen; terus palungan untuk tempat makannya mulai dari bambu yang keluarin dikit pinggirnya, karya kreatif dari bengkel yang mendaur ulang ban karet, ada yang terbuat dari besi bahkan ada yang dibuat permanen menggunakan semen lengkap dengan celah untuk memasukkan makanan dari sisi luar kandang jadi gak perlu 'ngangkat-ngangkat gitu.

 

   Dari segi perawatannya dimandiin secara berkala, kandangnya selalu dibersiin setiap diberi makan, diberi vitamin baik itu untuk pertumbuhan, vitamin sehari-hari, campuran pengganti susu buat anak babi, sampai vitamin dan obat-obatan sebelum dan sesudah babi-bai ini melahirkan...


Jadi babi-babi ini hanya nunggu makan jalan keliling kandang dan tidur, zzzzz,,,zzz,,,.... 

 Wuih indah bukan hidup jadi  babi.....

 

 

Salam dari orang gunung, auwooo...

Kerbau itu bikin Bingung dan Aneh

Berbicara mengenai kerbau di Geoggle+ adalah hal yang bikin bingung dan aneh.....
Hal itu adanya di Toraja, dan yang saya maksud adalah kerbau atau dalam bahasa Toraja Tedong.....
gak percaya hewan satu ini aneh.... coba simak pendapat saya sebagai salah satu orang gunung....

Jika kita membicarakan Kerbau ada beberapa hal yang kontradiksi.... 

hmm...kerbau itu dagingnya enak mau diapain juga tetap enak. dibikin soto (Coto bahasa Makassarnya) yummy, campur kacang merah (brenebon kata saudara sebangsa dari Menado), dibikin sate ayok,,, dibikin bakso jadi (seger lagi di cuaca dingin), sosis, daging hamburger, steak dan apapunlah masakannya tetap enak kok yang penting halal........

Kerbau juga sama dengan sapi bisa diambil susunya (bergizi bukan)?

Buat bajak sawah hmmmm kerbau dan sapi jagonya manusia tinggal ikut numpang kok dibelakang...

Kulit kerbau bisa untuk bahan baku kerajinan kulit,,, apalagi buat gendang bagus itu....

bahkan hingga tinjanya (ups, sorry) bisa buat pupuk kandang....


Akan tetapi eits ada hal lain, 

ada gak diantara kita yang mau dipanggil gini "dasar kerbau."... yah pastinya gak ada karena kerbau itu banyak diidentikkan dengan bodoh. bahkan dalam beberapa dongeng yang sering ditiou itu kerbau karena kebodohan dan kecerobohannya.......

ada juga yang aneh dengan hewan satu ini yaitu kebiasaannya makan ludah, gak percaya.

Coba perhatikan kerbau kalau lagi duduk (versi kerbaulah, masak duduk di sofa) pasti sambil ngunyah-ngunyah gitu, ini karena kerbau mengeluarkan kembali rumput yang sudah dimakan ketika para kerbau ini makan rumput...

 

Tapi yang lebih aneh lagi status kerbau sebagai binatang bodoh akan berubah setelah dipotong di acara-acara adat di Toraja....
Mulai dari harganya yang fantastis apalagi yang albino bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta....
Jika kita bertanya mengenai prosesi pemakaman orang di Toraja biasanya yang ditanya berapa kerbau yang dipotong dan kerbau jenis apa itu.... karena hal ini akan melambangkan status orang Toraja.
Belum lagi setelah dipotong tanduknya akan diambil dan di pajang di depan rumah adat orang Toraja yang disebut Tongkonan, orang Toraja akan dengan bangga menghitung sudah berapa banyak tanduk kerbau yang mereka punya....

Jadi  kerbau yang disebut binatang bodoh itu akan berubah menjadi pahlawan pengangkat status setelah hewan ini mati dipotong di sebuah acara adat....


jadi bingung Yang lebih kerbau banget disini yang mana.....

Salam dari orang gunung,,,,, auwooooooo.................

Belum Ada Judul

hahaaaa....
kebetulan baru buat blog baru yeah, menajadi newbe di blogspot......bingung mau nulis apa.....
jadi tulisan ini just want to say hi to my self n welcome to me.
mirip dengan judul lagunya sang legend di Indonesia Iwan Fals.....
tulisan ini juga belum ada judul......................

Salam dari orang gunung,,, auwooo...